0 komentar

DTE

DTE

Data Terminal Equipment (DTE) adalah instrumen akhir yang mengubah informasi pengguna ke reconverts sinyal atau sinyal yang diterima. Ini juga dapat disebut ekor sirkuit. Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan data circuit-terminating equipment (DCE). The DTE / DCE klasifikasi ini diperkenalkan oleh IBM.


Dua jenis perangkat diasumsikan pada masing-masing ujung kabel yang saling berhubungan untuk kasus hanya menambahkan DTE ke topologi (misalnya ke sebuah hub, DCE), yang juga membawa kasus sepele yang kurang interkoneksi perangkat dari jenis yang sama: DTE -DTE atau DCE-DCE. Kasus-kasus seperti perlu kabel crossover, seperti untuk Ethernet atau null modem untuk RS-232.

Sebuah DTE adalah unit fungsional stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data atau data yang tenggelam dan menyediakan komunikasi data fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link.

Peralatan terminal data mungkin satu peralatan atau subsistem yang saling terkait dari berbagai potongan-potongan peralatan yang melakukan semua fungsi yang diperlukan yang diperlukan untuk mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi. Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka mesin-manusia), atau mungkin DTE pengguna.

Biasanya, perangkat DTE terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah modem.

DTE biasanya konektor laki-laki dan DCE adalah konektor perempuan.

Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan.

* 25 pin DTE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.
* 25 pin DCE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
* 9 pin DTE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2.
* 9 pin DCE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3.

Istilah ini juga umumnya digunakan dalam peralatan Cisco Telco dan konteks untuk menunjukkan suatu perangkat [klarifikasi diperlukan] tidak dapat menghasilkan sinyal clock, maka PC ke PC koneksi Ethernet juga dapat disebut DTE DTE ke komunikasi. Komunikasi ini dilakukan melalui kabel "crossover Ethernet sebagai lawan dari PC ke DCE (hub, switch, atau jembatan) komunikasi yang dilakukan melalui kabel Ethernet lurus.


read more
0 komentar

DCE

DCE

Data circuit-terminating equipment (DCE) adalah perangkat yang duduk antara peralatan terminal data (DTE) dan transmisi data sirkuit. Hal ini juga disebut komunikasi data peralatan dan peralatan pembawa data.


Dalam data stasiun, menyelenggarakan fungsi DCE seperti konversi sinyal, coding, dan garis clocking dan dapat menjadi bagian dari peralatan DTE atau menengah. Interfacing peralatan mungkin diperlukan untuk beberapa perangkat terminal data (DTE) ke dalam sebuah rangkaian transmisi atau saluran dan dari rangkaian transmisi atau saluran ke DTE.

Meskipun istilah ini paling sering digunakan dengan RS-232, beberapa standar komunikasi data yang menetapkan berbagai jenis antarmuka antara DCE dan DTE. The DCE adalah perangkat yang berkomunikasi dengan sebuah perangkat DTE dalam standar ini. Standar yang menggunakan tata-nama ini meliputi:

* Federal Standard 1037C, MIL-STD-188
* RS-232
* Beberapa standar ITU-T di seri V (terutama V.24 dan V.35)
* Beberapa standar ITU-T di seri X (terutama X.21 dan X.25)

Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan. Perangkat DTE biasanya mengirim pada konektor pin nomor 2 dan menerima pin konektor pada nomor 3. Perangkat DCE justru sebaliknya: nomor 2 pin connector pin connector menerima dan nomor 3 mentransmisikan sinyal.

Biasanya, perangkat DTE terminal (atau komputer), dan DCE adalah modem.

Ketika dua perangkat, yang kedua DTE atau keduanya DCE, harus dihubungkan satu sama lain tanpa sebuah modem atau sebuah media serupa penerjemah antara mereka, semacam kabel "crossover" harus digunakan, yaitu modem null untuk RS-232 atau seperti biasa untuk Ethernet.


read more
0 komentar

Badan Standarisasi

Badan Standarisasi

IEEE, ANSI, TIA, ECMA (European Computer Manufacturers Association), ITU-R, Federal Communications Commission (FCC), ISO, IETF, World Wide Web Consortium (W3C)


# IEEE

* IEEE 802.3 — Ethernet akses LAN.
* IEEE 802.11 — Wifi, akses wireless LAN.
* IEEE 802.16 — WiMAX, akses wireless MAN.

IEEE adalah organisasi nirlaba internasional, yang merupakan asosiasi profesional utama untuk peningkatan teknologi. Sebelumnya, IEEE merupakan kepanjangan dari Institute of Electrical and Electronics Engineers. Namun berkembangnya cakupan bidang ilmu dan aplikasi yang diperdalam organisasi ini membuat nama-nama kelektroan dianggap tidak relevan lagi, sehingga IEEE tidak dianggap memiliki kepanjangan lagi, selain sebuah nama yang dieja sebagai Eye-triple-E.
Di samping society, IEEE memiliki badan standard (Standard Association, IEEE-SA). IEEE-SA memiliki wibawa cukup besar untuk bisa mempersatukan substandard industri membentuk standardisasi internasional yang diakui seluruh industri.
Beberapa standar IEEE : Saya hanya membahas sedikit mengenail WiMax:
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) adalah sebuah tanda sertifikasi untuk produk-produk yang lulus tes cocok dan sesuai dengan standar IEEE 802.16. WiMAX merupakan teknologi nirkabel yang menyediakan hubungan jalur lebar dalam jarak jauh. WiMAX merupakan teknologi broadband yang memiliki kecepatan akses yang tinggi dan jangkauan yang luas. WiMAX merupakan evolusi dari teknologi BWA sebelumnya dengan fitur-fitur yang lebih menarik. Disamping kecepatan data yang tinggi mampu diberikan, WiMAX juga membawa isu open standar. Dalam arti komunikasi perangkat WiMAX diantara beberapa vendor yang berbeda tetap dapat dilakukan (tidak proprietary). Dengan kecepatan data yang besar (sampai 70 MBps), WiMAX layak diaplikasikan untuk ‘last mile’ broadband connections, backhaul, dan high speed enterprise.

# ANSI
ANSI (American National Standards Institute adalah sebuah kelompok yang mendefinisikan standar Amerika Serikat untuk industri pemrosesan informasi. ANSI berpartisipasi dalam mendefinisikan standar protokol jaringan dan merepresentasikan Amerika Serikat dalam hubungannya dengan badan-badan penentu standar International lain, misalnya ISO , Ansi adalah organisasi sukarela yang terdiri atas anggota dari sektor usaha, pemerintah, dan lain-lain yang mengkoordinasikan aktivitas yang berhubungan dengan standar, dan memperkuat posisi Amerika Serikat dalam organisasi standar nasional. ANSI membantu dengan komunikasi dan jaringan (selain banyak hal lainnya). ANSI adalah anggota IEC dan ISO.
ANSI adalah lembaga amerika yang mengeluarkan standard ASCII (American Standard Code for Information Interchange).ASCII (American Standard Code for Information Interchange) merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 00000000 hingga 11111111. Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256, dimulai dari kode 0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal.
SQL adalah standar ANSI (American National Standards Institute) bahasa pemrograman untuk mengakses dan memanipulasi database. Statemen SQL digunakan untuk menerima, mengubah dan menghapus data. SQL bekerja dengan berbagai sistem database antara lain MS Access, DB2, Informix, MS SQL Server, Oracle, Sybase, dll.
Sesuai kegunaan dan perkembangannya, SQL memiliki beberapa versi, tetapi agar tidak terjadi kekeliruan dibuat standar oleh ANSI, mereka harus memiliki keywords utama yang dipakai secara umum yaitu (SELECT, UPDATE, DELETE, INSERT, WHERE, dan sebagainya).
ANSI C adalah standar bahasa C pertama.

# TIA
Asosiasi Industri Telekomunikasi (TIA) adalah suatu organisasi terpisah yang diakui oleh ANSI dan bekerjasama dengan Asosiasi Industri Elektronika (EIA). TIA dikenal terbaik untuk mengembangkan standard pemasangan kabel menggunakan disain dan instalasi sistem pemasangan kabel yang ter-koordinasi. Sehingga mampu untuk mendukung suatu cakupan aplikasi yang luas dan memenuhi kebutuhan kecepatan yang tinggi pada masa kini dan mendatang.
Contoh standart dari TIA/EIA :
Standard TIA 568A-B

# ECMA (European Computer Manufacturers Association)
Sebelumnya dikenal sebagai ECMA (European Computer Manufacturers Association) , lembaga ini merupakan perkumpulan orang eropa yang mengeluarkan standar dalam sistem teknologi dan informasi. Ecma International adalah lembaga yang mengeluarkan standarisasi dalam ECMAScript, sebuah standard yang mengelola JavaScript.

# ITU-R

* Region A: North and South America
Inter-American Telecommunication Commission (CITEL) http://www.citel.oas.org
* Region B: Western Europe
* European Conference of Postal and Telecommunications Administrations (CEPT) http://www.cept.org Region C: Eastern Europe and Northern Asia
* Regional Commonwealth in the field of Communications (RCC) http://www.rcc.org Region D: Africa
* African Telecommunications Union (ATU) http://www.atu-uat.org Region E: Asia and Australasia
Asia-Pacific Telecommunity (APT) http://www.aptsec.org

* Australia, Australian Communications Authority (ACA)
* Japan, Association of Radio Industries and Businesses (ARIB)
* New Zealand, Ministry of Economic Development
* United States, Federal Communications Commission (FCC)

International Telecommunication Union Radiocommunication Sector (ITU-R) Sebuah organisasi global yang ada dan didirikan untuk mengatur penggunaan frekuensi radio (RF) diseluruh penjuru dunia. The United Nations (PBB), menugaskan kepada International Telecommunication Union Radiocommunication Sector (ITU-R) ini, untuk mengatur dalam hal skala penggunaan frekuensi, secara global.
Nah, karena dunia ini luas, maka kemudian ITU-R membaginya menjadi beberapa wilayah. Hingga masing-masing wilayah, diatur oleh organisasi yang berbeda.

# Federal Communications Commission (FCC)

* Frequency
* Bandwidth.
* Maximum power of the intentional radiator.
* Maximum equivalent isotropically radiated power (EIRP)
* Use (indoor dan/atau outdoor).

FCC adalah organisasi yang bergerak di bidang pertelekomunkasian. Organisasi ini yang mengatur segala jenis komunikasi baik yang keluar ataupun ke dalam negara Amerika Serikat.
Wireless, sebagai sarana telekomunikasi, tentu saja ikut menjadi wewenang dari FCC ini. Tujuan FCC mengatur komunikasi wireless, adalah agar tidak terjadi kesimpang siuran, maupun penyalahgunaan dalam hal penggunaan sinyal atau frekuensi radio yang digunakan dalam teknologi wireless.
FCC adalah organisasi independent yang didirikan oleh pemerintah US. FCC bertanggung jawab untuk mengatur segala jenis penggunaan perangkat telekomunikasi, baik yang menggunakan radio, televisi, wire, satellite, dan kabel. Wilayah kekuasaan FCC ini meliputi 50 negara bagian yang ada di US, dan beberapa distrik yang menjadi teritori dari Negara US.
Hampir disetiap negara mempunyai badan atau organisasi yang serupa dengan FCC ini. FCC dan organisasi sejenis, adalah organisasi yang bertugas, sekaligus yang berhak untuk membuat berbagai aturan yang menyangkut mengenai apa saja yang boleh, dan tidak boleh dilakukan oleh seorang user dalam hal penggunaan wireless, khususnya yang menyangkut penggunaan Frekuensi Radio (RF) untuk melakukan transmisi.
Aturan ini meliputi dalam hal penggunaan:
Dari aturan-aturan inilah, FCC dan organisasi sejenis membuat prosedure dan standar kerja. Organisasi-organisasi ini dibentuk dan bekerja sama, dengan tujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan akan meningkatnya permintaan yang menyangkut teknologi wireless, yang sedang berkembang dengan pesat saat ini.

# ISO

* Meningkatkan citra perusahaan
* Meningkatkan kinerja lingkungan perusahaan
* Meningkatkan efisiensi kegiatan
* Memperbaiki manajemen organisasi dengan menerapkan perencanaan, pelaksanaan, pengukuran dan tindakan perbaikan (plan, do, check, act)
* Meningkatkan penataan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan dalam hal pengelolaan lingkungan
* Mengurangi resiko usaha
* Meningkatkan daya saing
* Meningkatkan komunikasi internal dan hubungan baik dengan berbagai pihak yang berkepentingan
* Mendapat kepercayaan dari konsumen/mitra kerja/pemodal

Organisasi Internasional untuk Standardisasi, International Organization for Standardization (ISO) adalah badan penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional setiap negara. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS, bukan ISO. Tetapi sekarang lebih sering memakai singkatan ISO, karena dalam bahasa yunani sos berarti sama (equal). Penggunaan ini dapat dilihat pada kata isometrik atau isonomi.
Didirikan pada23 February 1947 ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO, yang merupakan lembaga nirlaba internasional, pada awalnya dibentuk untuk membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja.Dalam menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 130 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC), Sub Komite (SC) dan Kelompok Kerja (WG).
Meski ISO adalah organisasi nonpemerintah, kemampuannya untuk menetapkan standar yang sering menjadi hukum melalui persetujuan atau standar nasional membuatnya lebih berpengaruh daripada kebanyakan organisasi non-pemerintah lainnya, dan dalam prakteknya ISO menjadi konsorsium dengan hubungan yang kuat dengan pihak-pihak pemerintah. Peserta ISO termasuk satu badan standar nasional dari setiap negara dan perusahaan-perusahaan besar.
ISO bekerja sama dengan Komisi Elektroteknik Internasional (IEC) yang bertanggung jawab terhadap standardisasi peralatan elektronik.

Contoh :
• Standarisasi Protokol (ISO 7498)
ISO (International Standard Organization) mengajukan struktur dan fungsi protocol komunikasi data.
Model tersebut dikenal sebagai OSI (Open System Interconnection) Reference Model. Terdiri atas 7 layer (lapisan) yang mendefinisikan fungsi. Untuk tiap layernya dapat terdiri atas sejumlah protocol yang berbeda, masing-masing menyediakan pelayanan yang sesuai dengan fungsi layer tersebut.

# IETF
IETF adalah ebuah organisasi yang berwenang dan bertanggung jawab dalam mengatur dan menetapkan protocol-protocol standard yang digunakan di internet.
Internet Engineering Task Force (disingkat IETF), merupakan sebuah organisasi yang menjaring banyak pihak (baik itu individual ataupun organisasional) yang tertarik dalam pengembangan jaringan komputer dan Internet. Organisasi ini diatur oleh IESG (Internet Engineering Steering Group), dan diberi tugas untuk mempelajari masalah-masalah teknik yang terjadi dalam jaringan komputer dan Internet, dan kemudian mengusulkan solusi dari masalah tersebut kepada IAB (Internet Architecture Board). Pekerjaan IETF dilakukan oleh banyak kelompok kerja (disebut sebagai Working Groups) yang berkonsentrasi di satu bagian topik saja, seperti halnya keamanan, routing, dan lainnya. IETF merupakan pihak yang mempublikasikan spesifikasi yang membuat standar protokol TCP/IP. Kebijakan protokol QoS (Quality of Service) yang diusulkan sebagai standar IETF untuk mengkomunikasikan informasi kebijakan QoS dalam jaringan.

# World Wide Web Consortium (W3C)
The World Wide Web Consortium (W3C) merupakan sebuah lembaga konsorsium yang membuat dan terus berobservasi dalam pengembangan teknologi web mencangkup XML, HTML dan aplikasi-aplikasi lain yang sering digunakan dalam dunia web. Mereka juga selalu mengeluarkan aturan dan standard supaya siapapun yang membuat dan mengimplementasikan selalu memperhatikan berbagai aspek yang fital seperti kecocokan dengan perangkat dan browser pengakses, pembaca hingga membuat sebuah website yang dapat berjalan bertahun-tahun karena perubahannya mudah.
Walaupun W3C bukan satu-satunya standar dalam pembuatan web, namun W3C merupakan lembaga yang sangat besar pengaruhya bagi dunia web. Selain mengeluarkan standard yang mudah dimengerti ternyata lembaga inipun mengeluarkan artikel dan tutorial yang mendukung teknologi yang diobservenya itu. Bahkan untuk mengecek kehandalan desain kita, W3C mengeluarkan beberapa macam validator.
World Wide Web Consortium (W3C) adalah suatu konsorsium yang bekerja untuk mengembangkan standar-standar untuk World Wide Web. Spesifikasi teknologi-teknologi utama yang dipakai sebagai basis utama web, seperti URL (Uniform Resource Locator), HTTP (HyperText Transfer Protocol), dan HTML (HyperText Markup Language) dikembangkan dan diatur oleh badan ini.
Standard dari W3C (Konsorsium World Wide Web) XML,CGI,CSS,HTML5,dll

read more
0 komentar

Uniform Resource Identifier

Uniform Resource Identifier

Dalam komputer, satu Uniform Resource Identifier (URI) adalah sebuah string karakter yang digunakan untuk mengidentifikasi nama atau sumber di Internet. Memungkinkan identifikasi seperti interaksi dengan representasi sumber daya melalui jaringan (biasanya di World Wide Web) dengan menggunakan protokol tertentu. Skema yang menetapkan sintaks beton dan terkait protokol mendefinisikan masing-masing URI.


Hubungan ke URL dan URN



Diagram Venn skema URI kategori. Skema pada URL (pelacak) dan URN (nama) bentuk kategori subset dari URI, dan juga (biasanya) menguraikan set.
Secara teknis URL dan URN ID berfungsi sebagai sumber daya, namun tidak dapat tepat mengkategorikan banyak skema sebagai salah satu atau yang lain: kami bisa memperlakukan semua URI sebagai nama, dan beberapa aspek mewujudkan skema kedua kategori - atau keduanya.

Ilmuwan komputer dapat mengklasifikasikan sebuah URI sebagai pelacak (URL), atau nama (URN), atau keduanya. A Uniform Resource Name (URN) fungsi seperti nama seseorang, sementara Uniform Resource Locator (URL) menyerupai orang jalan-address. Dengan kata lain: yang URN mendefinisikan item identitas, sementara URL yang menyediakan metode untuk menemukannya.
Sistem ISBN untuk buku-buku identifikasi unik menyediakan contoh penggunaan guci. ISBN 0486275574 (urn: isbn :0-486-27557-4) mengutip jelas edisi khusus drama Shakespeare Romeo dan Juliet. Dalam rangka untuk mendapatkan akses ke obyek ini dan membaca buku, orang akan memerlukan lokasi: alamat URL. URL tipikal buku ini pada sebuah unix-sistem operasi mirip akan menjadi path file seperti file: / / / home / username / RomeoAndJuliet.pdf, mengidentifikasi buku elektronik yang tersimpan dalam sebuah file di harddisk lokal. Jadi guci dan URL memiliki tujuan saling melengkapi.

Teknis view

URL adalah URI yang, di samping untuk mengidentifikasi sumber daya, menyediakan sarana untuk bertindak atas atau mendapatkan sebuah representasi sumber daya dengan menjelaskan akses utamanya-mekanisme atau jaringan "lokasi". Sebagai contoh, URL http://www.wikipedia.org/ mengidentifikasi sumber daya (Wikipedia's home page) dan menyiratkan bahwa representasi dari sumber daya (seperti halaman kode HTML saat ini, sebagai karakter dikodekan) dapat diperoleh melalui HTTP dari host dengan nama jaringan www.wikipedia.org. A Uniform Resource Name (URN) adalah URI yang mengidentifikasi sumber daya namanya dalam namespace tertentu. Satu dapat menggunakan URN untuk berbicara tentang sumber daya tanpa menyiratkan lokasinya atau bagaimana untuk mengaksesnya. Sebagai contoh, URN urn: isbn :0-395-36341-1 adalah URI yang menentukan sistem pengenal, yaitu International Standard Book Number (ISBN), serta referensi yang unik dalam sistem itu dan memungkinkan seseorang untuk berbicara tentang buku, tetapi tidak menunjukkan di mana dan bagaimana untuk memperoleh salinan yang sebenarnya itu.
Publikasi teknis, terutama standar yang dihasilkan oleh IETF dan W3C, biasanya tidak lagi [kapan?] Menggunakan istilah URL, seperti kebutuhan untuk membedakan antara URL dan URI jarang muncul. [1] Namun, dalam konteks non-teknis dan di perangkat lunak untuk World Wide Web, istilah URL masih tetap digunakan secara luas. Selain itu, istilah alamat web (yang tidak memiliki definisi resmi) sering terjadi pada publikasi non-teknis sebagai sinonim untuk URL atau URI, meskipun pada umumnya mengacu pada "http" dan "https" URL-skema.

RFC 3.305

Sebagian besar diskusi ini berasal dari RFC3305, berjudul "Laporan dari W3C/IETF Bersama Perencanaan URI Interest Group: Uniform Resource Identifier (URI), URL, dan Uniform Resource Nama (guci): Klarifikasi dan Rekomendasi". RFC ini menguraikan hasil kerja bersama kelompok kerja W3C/IETF didirikan secara khusus untuk menormalkan memegang pandangan yang berbeda dalam IETF dan W3C atas hubungan antara berbagai "UR *" istilah dan standar. Meskipun tidak diterbitkan sebagai standar penuh, baik oleh organisasi, itu telah menjadi dasar bagi pemahaman umum di atas dan telah menginformasikan banyak standar sejak itu.

Sintaks

URI sintaks yang terdiri dari skema URI-nama (seperti "http", "ftp", "mailto" atau "file") diikuti oleh karakter titik dua, dan kemudian oleh sebuah skema-bagian tertentu. Spesifikasi yang mengatur skema menentukan sintaks dan semantik dari skema-bagian tertentu, meskipun URI sintaks tidak memaksa semua skema untuk mengikuti sintaks tertentu yang generik, antara lain, cadangan karakter tertentu untuk tujuan khusus (tanpa selalu mengidentifikasi tujuan). URI sintaks juga memberlakukan pembatasan pada skema-bagian tertentu, dalam rangka untuk, misalnya, memberikan suatu tingkat konsistensi ketika bagian memiliki struktur hirarkis. Persen-encoding, yang sering disalahpahami [oleh siapa?] Aspek URI sintaks, dapat menambahkan informasi tambahan ke URI.

Sejarah

Penamaan, berbicara, dan mengidentifikasi sumber daya

URI dan URL memiliki sejarah bersama. Pada tahun 1990, Tim Berners-Lee's proposal untuk HyperText [2] secara implisit memperkenalkan ide URL sebagai string pendek mewakili sumber daya yang menjadi target dari hyperlink. Pada waktu orang-orang menyebutnya sebagai sebuah "nama hypertext" [3] atau "nama dokumen".
Selama tiga dan setengah tahun, seperti World Wide Web teknologi inti dari HTML (yang HyperText Markup Language), HTTP, dan web browser dikembangkan, kebutuhan untuk membedakan string yang disediakan alamat untuk sumber daya dari string yang hanya bernama sebuah sumber muncul. Meskipun belum secara resmi ditetapkan, istilah Uniform Resource Locator datang untuk mewakili mantan, dan semakin perdebatan Uniform Resource Name datang untuk mewakili kedua.
Selama perdebatan menentukan URL dan guci-guci itu menjadi jelas bahwa dua konsep yang terkandung oleh ketentuan-ketentuan itu hanya aspek fundamental, menyeluruh pengertian tentang identifikasi sumber daya. Pada bulan Juni 1994, IETF dipublikasikan Berners-Lee's RFC 1630: RFC yang pertama (dalam teks non-normatif) mengakui keberadaan URL dan guci, dan, yang lebih penting, yang didefinisikan sintaks formal untuk Universal Resource Identifier - URL-seperti syntaxes string yang tepat dan semantik tergantung pada skema mereka. Selain itu, RFC ini berusaha untuk merangkum skema syntaxes URL yang digunakan pada saat itu. Hal ini juga diakui, tetapi tidak standardisasi, keberadaan relatif URL dan fragmen pengidentifikasi.

Penyempurnaan spesifikasi

Pada Desember 1994, RFC 1738 didefinisikan secara resmi URL relatif dan mutlak, memperbaiki sintaks URL umum, ditetapkan cara mengatasi URL relatif untuk bentuk absolut, dan lebih baik skema URL yang disebutkan kemudian digunakan. Definisi yang disepakati dan sintaks guci harus menunggu sampai penerbitan RFC 2141 Mei 1997.
Penerbitan RFC 2396 pada bulan Agustus 1998 melihat sintaks URI spesifikasi menjadi terpisah [4] dan sebagian besar bagian dari RFC 1630 dan 1738 yang berkaitan dengan URI dan URL yang secara umum direvisi dan diperluas [oleh siapa?]. RFC baru mengubah arti dari "U" dalam "URI": itu datang untuk mewakili "Uniform" daripada "Universal". Bagian dari RFC 1738 yang dirangkum skema URL yang ada bermigrasi ke dalam dokumen terpisah. [5] IANA menyimpan registri skema tersebut [6]; RFC 2717 pertama kali mendeskripsikan prosedur untuk mendaftarkan mereka.
Pada bulan Desember 1999, RFC 2732 menyediakan minor update untuk RFC 2396, yang memungkinkan URI untuk menampung alamat IPv6. Beberapa waktu kemudian, sejumlah kelemahan yang ditemukan di dua spesifikasi mengarah ke pengembangan sejumlah rancangan revisi di bawah judul rfc2396bis. Upaya masyarakat ini, dikoordinir oleh RFC 2396 rekan penulis Roy Fielding, memuncak dalam penerbitan RFC 3.986 pada Januari 2005. RFC ini, seperti tahun 2009 versi dari sintaks URI direkomendasikan untuk digunakan di Internet, merender RFC 2396 usang. Ini tidak, bagaimanapun, membuat rincian URL yang ada skema usang; RFC 1738 terus mengatur skema tersebut kecuali digantikan lain - RFC 2616 misalnya, menyempurnakan "http" skema. Secara bersamaan, IETF menerbitkan isi dari RFC 3.986 sebagai standar lengkap STD 66, yang mencerminkan pembentukan generik URI sintaks sebagai protokol Internet resmi.
Pada bulan Agustus 2002, RFC 3305 menunjukkan bahwa istilah "URL" memiliki, meskipun digunakan secara luas dalam bahasa Internet-sadar masyarakat luas, memudar ke dekat-keusangan. Sekarang hanya berfungsi sebagai pengingat bahwa beberapa URI bertindak sebagai alamat karena mereka memiliki skema yang menyiratkan semacam aksesibilitas jaringan, tanpa sistem apakah benar-benar menggunakan mereka untuk tujuan itu. Sebagai URI berbasis standar seperti Resource Description Framework membuat jelas, identifikasi sumber daya tidak perlu menyarankan pengambilan representasi sumber daya melalui Internet, tidak perlu mereka menyiratkan sumber daya berbasis jaringan sama sekali.
On November 1, 2006, Arsitektur Teknis W3C Group menerbitkan "On Menghubungkan Alternatif Representasi Untuk Aktifkan Discovery Dan Publishing", panduan untuk praktek-praktek terbaik dan kanonik URI untuk menerbitkan beberapa versi dari sumber tertentu. Sebagai contoh, konten mungkin berbeda menurut bahasa atau berdasarkan ukuran untuk menyesuaikan kapasitas atau pengaturan perangkat yang digunakan untuk mengakses konten.
Semantic Web yang menggunakan skema URI HTTP untuk mengidentifikasi kedua dokumen dan konsep-konsep di dunia nyata: ini telah menyebabkan kebingungan bagaimana membedakan keduanya. Arsitektur Teknis Kelompok W3C (TAG) menerbitkan sebuah e-mail pada bulan Juni 2005 tentang cara untuk memecahkan masalah ini. E-mail yang kemudian dikenal sebagai resolusi httpRange-14. [7] Untuk memperluas ini (agak singkat) email, W3C diterbitkan pada bulan Maret 2008, Interest Group Catatan Popular URI untuk Semantic Web [8]. Hal ini menjelaskan penggunaan konten dan negosiasi 303-kode pengarahan secara lebih rinci.

URI referensi

Sebuah referensi URI adalah jenis lain dari string yang mewakili URI, dan (pada gilirannya) sumberdaya yang diidentifikasi oleh URI. Penggunaan informal tidak sering mempertahankan pembedaan antara URI dan referensi URI, tetapi dokumen-dokumen protokol tidak boleh membiarkan untuk ambiguitas.
Sebuah referensi URI dapat mengambil bentuk URI penuh, atau hanya skema-bagian spesifik dari satu, atau bahkan beberapa komponennya trailing - bahkan string kosong. Opsional fragmen-identifier, didahului dengan "#", mungkin akan hadir pada akhir sebuah referensi URI. Bagian dari referensi sebelum "#" secara tidak langsung mengidentifikasi sumber daya, dan fragmen identifier mengidentifikasi beberapa bagian dari sumber daya itu.
Dalam rangka untuk memperoleh URI dari referensi URI, perangkat lunak mengubah URI referensi untuk "mutlak" oleh bentuk penggabungan dengan mutlak "dasar" URI sesuai dengan algoritma yang tetap. Memperlakukan sistem referensi URI relatif terhadap basis URI, meskipun dalam kasus referensi absolut, pangkalan tidak memiliki relevansi. URI dasar biasanya menunjukkan dokumen yang berisi referensi URI, meskipun hal ini dapat dikalahkan oleh deklarasi yang dibuat dalam dokumen atau sebagai bagian dari protokol transmisi data eksternal. Jika basis URI termasuk fragmen identifier, itu diabaikan selama proses penggabungan. Jika sebuah fragmen pengenal hadir dalam referensi URI, itu dipelihara selama proses penggabungan.
Web-dokumen bahasa markup sering menggunakan referensi URI untuk menunjuk ke sumber daya lainnya, seperti dokumen eksternal atau bagian tertentu dari dokumen logis yang sama.

URI penggunaan referensi dalam bahasa markup

• Dalam HTML, nilai atribut src pada elemen img adalah referensi URI, sebagaimana nilai atribut href atau link sebuah elemen.
• Pada XML, sistem pengenal SISTEM muncul setelah kata kunci dalam DTD adalah fragmentless referensi URI.
• Pada XSLT, nilai atribut href xsl: import elemen / instruksi adalah referensi URI; juga argumen pertama ke dokumen () function.

Contoh mutlak URI

• http://example.org/absolute/URI/with/absolute/path/to/resource.txt
• ftp://example.org/resource.txt
• urn: ISSN :1535-3613

Contoh referensi URI

• http://en.wikipedia.org/wiki/URI # Examples_of_URI_references ( "http" menentukan 'skema' nama, "en.wikipedia.org" adalah 'otoritas', "/ wiki / URI" dengan 'path' menunjuk ke artikel ini, dan "# Examples_of_URI_references" adalah 'fragmen' menunjuk ke bagian ini.)
• http://example.org/absolute/URI/with/absolute/path/to/resource.txt
• / / example.org / skema-relatif / URI / dengan / absolut / path / ke / resource.txt
• / relatif / URI / dengan / absolut / path / ke / resource.txt
• relatif / path / ke / resource.txt
• .. / .. / .. / resource.txt
•. / Resource.txt # frag01
• resource.txt
• # frag01
• (string kosong)

URI resolusi

Untuk "menyelesaikan" suatu URI berarti baik untuk mengkonversi URI relatif mengacu pada bentuk absolut, atau dereference URI sebuah URI atau referensi dengan mencoba untuk mendapatkan sebuah representasi sumber daya yang mengidentifikasi. The "penyelesai" dalam dokumen-komponen perangkat lunak pengolah biasanya menyediakan kedua layanan.
Orang dapat menganggap referensi URI sebagai sama-dokumen referensi: referensi ke dokumen yang berisi referensi URI sendiri. Perangkat lunak pengolah dokumen-didorong [oleh siapa?] Untuk menggunakan representasi arus dokumen untuk memenuhi resolusi-dokumen yang sama referensi tanpa mengambil perwakilan baru. Ini hanya rekomendasi, dan dokumen-perangkat lunak pengolah alternatif dapat menggunakan mekanisme lain untuk menentukan apakah akan memperoleh representasi baru.
URI saat ini spesifikasi sebagai tahun 2009, RFC 3986, mendefinisikan suatu referensi URI sebagai sama-dokumen referensi jika, ketika memutuskan untuk membentuk mutlak, itu menyamakan persis dengan basis URI yang berlaku untuk referensi. Biasanya, pangkalan URI URI adalah dokumen yang berisi referensi. XSLT 1.0, misalnya, memiliki dokumen () fungsi yang, sebagai akibatnya, mengimplementasikan fungsi ini. RFC 3986 juga mendefinisikan URI formal kesetaraan, yang dapat digunakan [oleh siapa?] Dalam rangka untuk menentukan bahwa sebuah referensi URI, meskipun tidak identik dengan basis URI, masih merupakan sumber daya yang sama dan dengan demikian dapat dianggap sebagai dokumen-sama referensi.
RFC 2396 ditentukan metode yang berbeda untuk menentukan sama-dokumen referensi; RFC 3986 membuat RFC 2396 usang, tetapi RFC 2396 masih berfungsi sebagai dasar dari banyak spesifikasi dan implementasi. Spesifikasi ini mendefinisikan referensi URI sebagai sama-dokumen referensi jika string kosong atau hanya terdiri dari "#" karakter diikuti oleh fragmen opsional.

Hubungan ke XML namespaces

XML memiliki konsep namespace, abstrak domain ke mana koleksi elemen dan nama atribut dapat ditetapkan. Namespace XML diidentifikasi oleh sebuah karakter string, nama namespace, yang harus sesuai dengan sintaks URI generik. Namun, nama namespace pada umumnya tidak dianggap [oleh siapa?] Untuk menjadi seorang URI karena "URI-ness" dari string adalah, sesuai dengan spesifikasi URI, berdasarkan tujuan penggunaannya, tidak hanya komponen leksikal mereka. Sebuah nama namespace juga tidak selalu berarti salah satu dari skema URI semantik, sebuah nama namespace yang diawali dengan "http:", misalnya, mungkin tidak ada hubungannya dengan protokol HTTP. XML profesional telah diperdebatkan secara intensif ini pada elektronik xml-dev mailing list; sebagian orang merasa bahwa sebuah nama namespace bisa menjadi URI, karena nama-nama koleksi yang terdiri dari namespace tertentu dapat dianggap [oleh siapa?] Untuk menjadi sumber daya yang sedang diidentifikasi [oleh siapa?], dan karena versi dari "Namespaces dalam XML" spesifikasi mengatakan bahwa nama namespace merupakan referensi URI. [9] Namun, konsensus tampaknya menunjukkan bahwa nama namespace hanyalah sebuah string yang terjadi untuk melihat seperti sebuah URI, tidak lebih.
Awalnya, nama namespace bisa sesuai dengan sintaks dari setiap yang tidak kosong referensi URI, tapi ralat ke "Namespaces Dalam Rekomendasi XML" kemudian usang penggunaan relatif referensi URI. Spesifikasi terpisah, dikeluarkan untuk ruang nama untuk XML 1.1, memungkinkan IRI referensi, bukan hanya URI referensi, untuk melayani sebagai dasar untuk nama namespace.
Dalam rangka untuk mencegah kebingungan yang mulai muncul di kalangan pendatang baru ke XML dari penggunaan URI (terutama HTTP URL) untuk ruang nama, bahasa deskriptif disebut RDDL (Resource Directory Description Language) dikembangkan, meskipun spesifikasi RDDL (http:// www.rddl.org/) tidak memiliki resmi berdiri dan tidak ada organisasi yang relevan (seperti W3C) telah dianggap atau menyetujuinya. Sebuah dokumen dapat memberikan RDDL mesin dan terbaca-manusia informasi tentang namespace tertentu dan tentang dokumen XML yang menggunakannya. Penulis dokumen XML didorong [oleh siapa?] Untuk meletakkan dokumen dalam lokasi RDDL sehingga jika nama namespace dalam dokumen mereka entah bagaimana menjadi de-direferensikan, maka dokumen RDDL akan diperoleh, sehingga memuaskan keinginan di antara banyak pengembang untuk namespace nama untuk menunjuk ke jaringan sumber daya yang dapat diakses.

read more
0 komentar

Kabel data

Kabel data

Kabel data adalah jenis kabel yang dikonstruksikan untuk dapat dipergunakan sebagai penghantar yang baik untuk keperluan transmisi data. Data yang ditransmisikan dapat berupa paket data maupun gelombang suara. Kabel data mencakup kabel UTP (Unshielded Twisted Pair ), Kabel Coaxial, dan Serat Optik.


Perkembangan

Era teknologi komunikasi statis pertama kali difasilitasi oleh kabel tembaga biasa. Kabel tembaga ini dapat kita temukan pada saluran telepon kabel di rumah - rumah. Untuk mentransmisi gelombang suara, pendayagunaan kabel tembaga biasa ini cukup memadai untuk menginterpretasi sinyal – sinyal analog, tetapi juga sangat rentan terhadap gangguan. Pengembangan terhadap struktur dan konstruksi pada kabel dilakukan.
Seiring dengan berjalannya era komunikasi, teknologi dan berbasis digitalisasi, informasi juga ditransmisikan berupa paket – paket data dengan sinyal digital. Media yang relevan dan dapat menghantarkan informasi berdasarkan paket data maupun gelombang suara ini adalah kabel data. Kabel data bukan sekedar kabel tembaga biasa. Kabel ini dikonstruksi sedemikian rupa agar paket – paket data dan gelombang suara dapat ditransmisikan dengan baik. Perkembangan kabel dari sekedar kabel tembaga biasa kemudian aplikasi dan pengembangan kabel Coaxial sejak tahun 1920 hingga saat ini pada saluran televisi, dan kemudian berkembang hingga fiber optic yang ditemukan pada tahun 1880 oleh Bell dan terus dikembangkan sampai sekarang. Kualitas suara yang baik disertai gambar yang bagus dan operasi yang baik dapat kita nikmati sekarang ini dengan pengembangan teknologi komunikasi khususnya pada pengembangan media penghantar (kabel).

Jenis

Kabel UTP

UTP merupakan singkatan dari Unshielded Twisted Pair. Kabel ini terbuat dari tembaga yang dikonstruksikan terpilin. Kabel Unshielded Twisted Pair terdiri dari 4 pasang kabel tembaga terpilin yang tak berlapis (unshield) dan isolator. Kabel UTP ini biasa dipakai pada jaringan komputer yang biasa disebut LAN (Local Area Network). Sifat kabel UTP ini adalah mampu mengakomodasi jarak yang cenderung pendek, kecepatan terbatas dan harganya relatif murah. Contoh jenis kabel UTP adalah CAT 1, CAT 2, CAT 3, CAT 5, CAT 6.

Kabel koaksial

Kabel Coaxial adalah jenis kabel yang mampu mentransmisi pesan dalam bentuk data, gelombang suara, video dan multimedia. Kabel coaxial terdiri dari konduktor (kabel inti penghantar data), isolator dalam , dan isolator luar. Kabel ini biasanya dapat ditemukan pada televisi. Bentuk data pada televisi berupa gambar dan suara dapat proses secara baik oleh kabel coaxial ini. Kabel Coaxial terbuat dari tembaga. Namun, yang membedakannya dengan kabel UTP adalah konstruksi kabel dan bentuknya yang lebih besar. Semakin besar kabel Coaxial, maka semakin besar pula kapasitas pengiriman data yang dapat dilakukan. Sifat kabel Coaxial ini adalah kemampuan akomodasi jarak lebih jauh dibandingkan UTP, kecepatan lebih tinggi, dan harganya lebih mahal. Contoh jenis kabel coaxial adalah RG - 58 A/U, RG – 6, RG -8.

Serat optik

Serat Optik adalah jenis kabel yang menggunakan daya cahaya untuk mentransmisi data. Kabel ini dapat memproses sinyal analog maupun digital.Kabel serat optik terdiri dari silinder inti dan silinder luar (pembungkus silinder inti). Kekurangan serat optik adalah harga dan biaya instalasi yang relatif mahal . Kelebihan serat optik adalah mampu mentransmisi data dengan jarak yang jauh,kapasitas data yang jauh lebih besar, bentuk yang relatif kecil, kecepatan tinggi , tidak rentan terhadap gangguan, serta bahan dasarnya (kaca) yang bisa diperbarui. Karena itu, seringkali serat optik disebut sebagai kabel masa depan. Contoh kabel serat optik adalah Fiber Optic Single Mode dan Fiber Optic Multi Mode.

Penggunaan

Kabel data ini diaplikasikan dalam operasi penggunaan internet, aplikasi pengiriman data hp – komputer,kamera - komputer,televisi, video conference, aplikasi komputer, CCTV, dan faximile. Penggunaan kabel data ini dimanfaatkan untuk mentransmisi data dengan kapasitas yang besar dan jarak yang relatif jauh.
Tidak seperti kabel biasa, kabel data memiliki fungsi untuk menghantarkan informasi berupa data dan gelombang suara. Data merupakan bentuk informasi yang rentan pada gangguan. Apabila data yang ditranmisikan terhambat atau terkena gangguan, maka data yang dikirimkan berisiko untuk berganti makna dan bahkan terhenti (error). Lain halnya dengan transmisi gelombang suara yang masih bisa diperbaiki dengan pergeseran posisi secara manual. Gelombang lebih memiliki fleksibilitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan data yang sifatnya statis dan sistematis. Karena itu, untuk mentransmisi berbagai jenis data ini diperlukan kabel khusus yakni kabel data.
Untuk mengakomodasi dan men-support data dan gelombang suara untuk jaringan telepon kabel umumnya masih menggunakan kabel UTP CAT 1. Sesuai dengan perkembangan kabel UTP pada CAT2 – CAT 6, maka kualitas transmisi data juga semakin baik.Sedangkan pada kabel Coaxial, data berupa paket data, gelombang suara, video, hingga multimedia sudah dapat ditransmisikan. Jaringan broadband yang dapat mengakomodasi berbagai jenis data dalam satu [[channel]] merupakan penggunaan yang tepat pada kabel Coaxial ini. Pengaplikasian kabel Coaxial pada televisi kabel adalah salah satu contohnya.
Diantara kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) dan Kabel Coaxial yang hanya mampu dimanfaatkan pada jaringan LAN (Local Area Network) dan sebagai pengakomodasi jaringan broadband saja, kabel serat optik sudah mampu mengakomodasi jaringan backbone (tulang punggung). Ini tampak pada pemanfaatan serat optik pada WAN ( Wide Area Network). Salah satu aplikasi kabel fiber optic adalah pada teknologi video conference yang memerlukan kecepatan tinggi pada jarak yang jauh.



read more
0 komentar

Hypertext Transfer Protocol (HTTP)

Hypertext Transfer Protocol

Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Penggunaannya banyak pada pengambilan sumber daya yang saling terhubung dengan tautan, yang disebut dengan dokumen hiperteks, yang kemudian membentuk World Wide Web pada tahun 1990 oleh fisikawan Inggris, Tim Berners-Lee. Hingga kini, ada dua versi mayor dari protokol HTTP, yakni HTTP/1.0 yang menggunakan koneksi terpisah untuk setiap dokumen, dan HTTP/1.1 yang dapat menggunakan koneksi yang sama untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, HTTP/1.1 bisa lebih cepat karena memang tidak usah membuang waktu untuk pembuatan koneksi berulang-ulang.


Pengembangan standar HTTP telah dilaksanakan oleh Konsorsium World Wide Web (World Wide Web Consortium/W3C) dan juga Internet Engineering Task Force (IETF), yang berujung pada publikasi beberapa dokumen Request for Comments (RFC), dan yang paling banyak dirujuk adalah RFC 2616 (yang dipublikasikan pada bulan Juni 1999), yang mendefinisikan HTTP/1.1.

Dukungan untuk HTTP/1.1 yang belum disahkan, yang pada waktu itu RFC 2068, secara cepat diadopsi oleh banyak pengembang penjelajah Web pada tahun 1996 awal. Hingga Maret 1996, HTTP/1.1 yang belum disahkan itu didukung oleh Netscape 2.0, Netscape Navigator Gold 2.01, Mosaic 2.7, Lynx 2.5, dan dalam Microsoft Internet Explorer 3.0. Adopsi yang dilakukan oleh pengguna akhir penjelajah Web pun juga cepat. Pada bulan Maret 2006, salah satu perusahaan Web hosting melaporkan bahwa lebih dari 40% dari penjelajah Web yang digunakan di Internet adalah penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. [1]Perusahaan yang sama juga melaporkan bahwa hingga Juni 1996, 65% dari semua penjelajah yang mengakses server-server mereka merupakan penjelajah Web yang mendukung HTTP/1.1. Standar HTTP/1.1 yang didefinisikan dalam RFC 2068 secara resmi dirilis pada bulan Januari 1997. Peningkatan dan pembaruan terhadap standar HTTP/1.1 dirilis dengan dokumen RFC 2616 pada bulan Juni 1999.

HTTP adalah sebuah protokol meminta/menjawab antara klien dan server. Sebuah klien HTTP (seperti web browser atau robot dan lain sebagainya), biasanya memulai permintaan dengan membuat hubungan ke port tertentu di sebuah server Web hosting tertentu (biasanya port 80). Klien yang mengirimkan permintaan HTTP juga dikenal dengan user agent. Server yang meresponsnya, yang menyimpan sumber daya seperti berkas HTML dan gambar, dikenal juga sebagai origin server. Di antara user agent dan juga origin server, bisa saja ada penghubung, seperti halnya proxy, gateway, dan juga tunnel.

HTTP tidaklah terbatas untuk penggunaan dengan TCP/IP, meskipun HTTP merupakan salah satu protokol aplikasi TCP/IP paling populer melalui Internet. Memang HTTP dapat diimplementasikan di atas protokol yang lain di atas Internet atau di atas jaringan lainnya. seperti disebutkan dalam "implemented on top of any other protocol on the Internet, or on other networks.", tapi HTTP membutuhkan sebuah protokol lapisan transport yang dapat diandalkan. Protokol lainnya yang menyediakan layanan dan jaminan seperti itu juga dapat digunakan.."[2]

Sumber daya yang hendak diakses dengan menggunakan HTTP diidentifikasi dengan menggunakan Uniform Resource Identifier (URI), atau lebih khusus melalui Uniform Resource Locator (URL), menggunakan skema URI http: atau https:.

Sesuai dengan perkembangan infrastruktur internet maka pada tahun 1999 dikeluarkan HTTP versi 1.1 untuk mengakomodasi proxy, cache dan koneksi yang persisten.

Sesi HTTP

Sebuah sesi HTTP adalah urutan transaksi permintaan dan respons jaringan dengan menggunakan protokol HTTP. Sebuah klien HTTP akan memulai sebuah permintaan. Klien tersebut akan membuka sebuah koneksi Transmission Control Protocol|Transmission Control Protocol (TCP) ke sebuah port tertentu yang terdapat dalam sebuah host (umumnya port 80 atau 8080). Server yang mendengarkan pada port 80 tersebut akan menunggu pesan permintaan klien. Saat menerima permintaan, server akan mengirimkan kembali baris status, seperti "HTTP/1.1 200 OK", dan pesan yang hendak diminta, pesan kesalahan atau informasi lainnya.

Berikut ini adalah contoh transaksi yang dilakukan oleh server dan klien S = Server C = Client

C : (Inisialisasi koneksi)
C : GET /index.htm HTTP/1.1
C : Host: www.wikipedia.org
S : 200 OK
S : Mime-type: text/html
S :
S : -- data dokumen --
S : (close connection)




read more
0 komentar

URL

URL

URL singkatan dari Uniform Resource Locator (diterjemahkan: Pelokasi Sumber Daya Seragam), adalah rangkaian karakter menurut suatu format standar tertentu, yang digunakan untuk menunjukkan alamat suatu sumber - seperti dokumen dan gambar - di Internet.
URL merupakan suatu inovasi dasar bagi perkembangan sejarah Internet. URL pertama kali diciptakan oleh Tim Berners-Lee[rujukan?] pada tahun 1991 agar penulis-penulis dokumen dokumen dapat merujuk pranala ke Jejaring Jagat Jembar atau World Wide Web. Sejak 1994, konsep URL telah dikembangkan menjadi istilah Uniform Resource Identifier (URI) yang lebih umum sifatnya. Walaupun demikian, istilah URL masih tetap digunakan secara luas.
read more
0 komentar

Asynchronous Transfer Mode

Asynchronous Transfer Mode

Asynchronous Transfer Mode (disingkat ATM) adalah protokol jaringan yang berbasis sel, yaitu paket-paket kecil yang berukuran tetap (48 byte data + 5 byte header). Protokol lain yang berbasis paket, seperti IP dan Ethernet, menggunakan satuan data paket yang berukuran tidak tetap.

Kata asynchronous pada ATM berarti transfer data dilakukan secara asinkron, yaitu masing2 pengirim dan penerima tidak harus memiliki pewaktu (clock) yang tersinkronisasi. Metode lainnya adalah transfer secara sinkron, yang disebut sebagai STM (Synchronous Transfer Mode).
read more
0 komentar

Topologi Local Area Network

Topologi Local Area Network

Jika kita bicara masalah Local Area Network (LAN), maka seharusnya kita juga harus memahami Topology jarinan LAN yang kita gunakan. Ada banyak jenis topologi LAN untuk berbagai macam jenis jaringan. Kita juga perlu memahami topologi fisik dan topologi logical. Topologi fisik menjelaskan layout dari suatu media jaringan seperti kabel tembaga, kabel fiber optic, dan yang lagi ngetrend sekarang ini adalah wireless. Sementara topologi logical konsen masalah jalur logical jaringan dimana data bisa melewatinya dari satu tempat (komputer) ke komputer lainnya.

Berikut ini adalah jenis topologi LAN dasar:

* Bus
* Star
* Ring
* Mesh
* Hybrids


Bus Topology

Jenis pertama dalam topologi LAN adalah topologi Bus yang merupakan jenis pertama dalam teknologi jaringan Ethernet dan terdiri dari cable coaxial yang terhubung ke semua komputer yang ada dalam jaringan dimana tiap komputer terhubung dengan sambungan konektor BNC jenis T. Gambar berikut menunjukkan jenis topologi Bus.

Semua komputer berkomunikasi melalui Bus yang sama – makanya Bus juga merupakan topologi logical juga. Umumnya dalam topologi Bus ini memerlukan adanya algoritma pendeteksi collision (CD – collision detection) atau penghindar collision (CA – collision avoidance) karena sifat dari Bus ini adalah broadcast ke semua komputer sehingga rentan terjadinya tabrakan packet.

Pro:

* Topologi Bus ini sangat sederhana dan gampang di implementasikan dengan jalan menyambung ke semua computer dengan hanya satu backbone kabel BNC.

Cons:

* Topologi Bus ini memerlukan terminator yang bagus dan sempurna pada kedua ujung kabel Bus. Yang paling sering terjadi adalah short circuit antara data dan ground jika sambungan terminator tidak bagus. Terminator yang tidak bagus bahkan bisa menyebabkan jaringan tidak berfungsi.
* Dengan satu kabel trunk tunggal menjadi satu titik tunggal kegagalan, satu titik bermasalah maka akan menyebabkan kegagalan total semua jaringan.
* Susah dalam troubleshooting masalah jika terjadi kegagalan fungsi kabel. Anda harus memeriksa segmen per segmen untuk mengidentifikasikan titik kesalahan.

Jenis topologi Bus ini sudah tidak popular lagi sekarang ini bahkan sudah susah untuk mencari Ethernet jenis BNC.

Star Topology

Topologi LAN kedua adalah topologi Star. Star seperti halnya anda menarik satu kabel jaringan setiap komputer menuju ke pusat kosentrasi seperti Switch, itulah konsep dasar topologi Star. Switch menangani Switching traffic keluar ke node lainnya dalam jaringan. Gambar diagram berikut ini menunjukkan gambaran topologi Star.

Pro:

* Manajemen jaringan mudah melalui per port Switch. Manajemen dan administrasi bisa dilakukan secara remote oleh administrator yang authorized.
* Setiap kegagalan di salah satu port tidak akan menyebabkan kegagalan total jaringan.
* Instalasi kabel jaringan ke setiap port tidak akan mengganggu layanan jaringan seperti halnya pada topologi Bus.
* Tidak diperlukan terminator.

Anda bisa perhatikan sekarang ini bahwa hampir semua implementasi jaringan menggunakan topologi Star dalam implementasi fisiknya.

Ring Topology

Topologi LAN ketiga adalah topologi Ring. Dibanding topologi Bus dan Star, topologi Ring ini lebih complex akan tetapi menawarkan feature yang menarik. Node berkomunikasi dengan formasi Ring, dengan setiap node berkomunikasi langsung hanya dengan upstream dan downstream tetangganya saja.

Gambar berikut menunjukkan topologi Ring. Sebenarnya topologi Ring ini di implementasikan secara fisik seperti topologi Star.

Pada topologi Ring, akses kepada jaringan dikendalikan melalui sebuah Token yang melewati dari node ke node dengan mekanisme arbitrasi (juri). Setiap node mengambil gilirannya dengan mengklaim Token saat Token melewati dari tetangga ke tetangganya, dan saat node mengambil Token, mengambil gilirannya dan mengirim Token kedalam ring. Sebuah data packet di kirim dari node ke node berikutnya sampai ke node tujuan. Setelah node tujuan menerima packet, ia memodifikasi paket untuk menstempel bahwa paket diterima dan dikirim kembali ke dalam ring. Akhirnya paket menyelesaikan berkeliling kedalam ring dan node yang mengirim menerima kembali Token tersebut dan memberikan catatan kalau paket sudah terkirim sempurna. Jika node pengirim sudah selesai, kemudian ia akan melepas Token ke tetangganya dan proses berulang lagi.

Topologi Ring ini khususnya dipakai pada jaringan Token-ring

Pro:

* Tidak diperlukan mekanisme collision detection, sehingga Topologi ring memberikan bandwidth maksimal.
* Troubleshooting lebih mudah karena setia node hanya mengetahui dan berinteraksi dari kedua sisi tetangganya saja.

Cons:

* Firmware untuk memelihara Ring adalah sangat complex dan harus ada pada setiap Card jaringan yang ikut berpartisipasi dalam jaringan
* Implementasi Ring adalah sangat mahal dan hampir semua jaringan LAN sekarang ini hampir semuanya memakai jaringan Ethernet karena lebih murah dan gampang didapat dipasaran.

Mesh Topology

Topologi LAN lainnya adalah topologi Mesh yang merupakan suatu hubungan satu sama lain diantara beberapa node. Umumnya, suatu topologi mesh dimaksudkan untuk keperluan redundancy. Setiap jaringan kampus harus menerapkan suatu topologi mesh untuk mencapai tingkat redundancy dan fault tolerance yang merupakan tuntutan bisnis dari jaringan data mereka.Ada dua jenis mesh yaitu full mesh dan partial mesh topologi. Full mesh – setiap node saling berhubungan satu sama lain dengan dedikasi line tersendiri sementara partial seperti namanya hanya sebagian saja mempunyai jalur menurut kebutuhan.

Gambar berikut menunjukkan topologi Mesh secara umum, setiap piranti / node mempunyai koneksi ke setiap piranti lainnya pada jaringan.

Pros:

* Partial mesh dirancang untuk memberikan redundancy dimana memang diperlukan saja.

Cons:

* Full mesh adalah sangat tidak praktis terkecuali untuk jaringan yang skalanya kecil saja.
* Biaya implementasi full mesh adalah sangat mahal sekali karena bersifat redundancy untuk keperluan fault tolerance.

Hybrid Topology

Pada environment yang besar, anda bisa mengimplementasikan banyak switches satu sama lain untuk membuat jaringan LAN yang besar agar bisa mendukung banyak node. Topologi hybrid ini menggabungkan topologi-topologi diatas bersama untuk membentuk tiga topologi hybrid yang popular: Tree, Hyrarchical star, dan star wireless.
Tree Hybrid Topology

Gambar dibawah menunjukkan kombinasi topologi: Star topologi dikombinasikan dengan topologi bus.

Pro:

* Suatu komputer yang gagal tidak akan menyebabkan kegagalan semua system jaringan.
* Jika satu switch tidak berfungsi, ia akan hanya tidak berfungsi pada jaringan pada switch itu saja, sementara komputer lainnya pada switch yang lain masih bisa berkomunikasi secara normal.

Cons:

* Jika ada masalah pada backbone, maka setiap group switch hanya bisa berkomunikasi pada segmen-segmen switch saja.

Hierarchical Star Topology

Untuk jaringan yang besar anda bisa melakukan konfigurasi dalam topologi hierarchical star seperti tampak dari gambar berikut ini.

Pros:

* Bisa diimplementasikan pada jaringan yang luas.
* Switches bisa dikonfigurasikan secara redundancy untuk menghindari satu kegagalan tunggal uplink.

Cons:

* Ada batasan ukuran besarnya jaringan seperti design IP address dan juga issue masalah timing jika tanpa memperkenalkan technologi routing.

Star Wireless

Teknologi wireless telah banyak menjelma kesemua jaringan sekarang ini dan memakai topologi hybrid. User perlu berada dalam jangkauan wireless roaming untuk bisa berpartisipasi dalam jaringan wireless. Lihat juga jaringan wireless.

Topologi star perlu dibangun untuk menggabungkan banyak access point tersebar seantero bangunan untuk menjamin cakupan wireless kesemua node yang berpartisipasi dalam jaringan. Mengingat jaringan wireless terus berevolusi, begitu juga topologi yang mendukungnya terus berkembang seiring dengan temuan-temuan teknologi baru.

read more
0 komentar

Port Router

Port Router

Berikut ini adalah table Port Router dan Port Firewall yang secara umum dipakai seperlunya menurut kebutuhan corporate kita.


Port number

Service

Use

20 FTP data Port yang dipakai oleh FTP server untuk mengirim data balik ke client user FTP.
21 FTP Port FTP yang mana semua server FTP secara default ada.
22 SSH Secure Shell
23 Telnet Remote login menggunakan utility Telnet
25 SMTP Port dimana server Mail menerima email messages
53 DNS Port yang dipakai oleh DNS server dimana DNS services mendengarkan request informasi resolusi DNS
68 DHCP Port yang dipakai oleh layanan DHCP server untuk mendengarkan permintaan IP addresss oleh clients computer pada jaringan
79 Finger Digunakan untuk mengidentifikasi users pada system jaringan anda
80 HTTP Port yang dipakai oleh server WEB secara default
110 POP3 Port yang mana server Mail mendengarkan dimana clients bisa mengambil email
111 RPC portmap Diperlukan oleh server NFS dan program berbasis RPC lainnya
113 Auth Port yang dipakai oleh server Identifikasi dimana remote host ingin memverikasi bahwa user berasal dari host dengan IP yang di klaim darimana dia berasal
119 NNTP Usenet (newsgroups)
137-139 NetBIOS Untuk NetBIOS dan (Windows File and Print Sharing) – port dimana Windows dan Samba menggunakan sharing drive dan printer dengan clients lainnya
143 IMAP Port yang dipakai oleh server Mail untuk mendengarkan clients yang menggunakan protocol IMAP untuk membaca email mereka ketimbang POP3
443 HTTPS Port yang dipakai oleh WEB server dengan menggunakan SSL-enable untuk kegiatannya
512-515 *NIX-specific ports *NIX-specific ports untuk mendengarkan program exec, biff, login, who, shell, syslog, dan lpd programs
2049 NFS Digunakan untuk mengexport file systems kepada komputer berbasis NIX

Tabel diatas menunjukkan port router dan port firewall standard yang mungkin paling banyak dipakai. Sementara untuk daftar dalam table berikut dibawah ini adah port-2 yang mungkin bisa dipergunakan sperlunya saja.

Port number

Service

Use

98 Linuxconf Khusus dipakai oleh Linux, untuk keperluan proram konfigurasi Linuxconf
465 SSMTP SMTP melalui SSL
993 SIMAP IMAP melalui SSL
995 SPOP3 POP3 melalui SSL
1080 SOCKS Proxy server
3306 MySQL Port dimana MySQL server mendengar
5432 PostgreSQL Port dimana PostgreSQL server mendengar
6000-6069 X Windows Hanya *NIX saja,untuk semua X Windows dengan GUI desktop
6667 IRC Internet Relay Chat server
8080
Digunakan oleh proxy server sebagai WB caching

Sebuah router mirip tetapi tidak sama dengan firewall, dan tidak bisa menggantikan sebuah Stateful firewall dalam model security.

read more
0 komentar

Inilah Alat Pembaca Pikiran

Inilah Alat Pembaca Pikiran


KOMPAS.com — Penelitian baru kini tengah dilakukan untuk peranti otak nirkabel yang kelak diharapkan bisa memindai pikiran dengan cepat untuk mengambil data percakapan demi menolong orang yang mengalami kerusakan otak agar bisa berkomunikasi.


Baru-baru ini, para ilmuwan menciptakan peranti otak untuk membantu komunikasi bagi orang yang tak bisa lagi berbicara dengan cara membaca gelombang otak lewat elektroda yang ditempel ke kepala. Sayangnya, ini terbukti sangat lamban, kira-kira hasilnya satu kata per menit sehingga tak mungkin diterapkan pada pembicaraan normal dan interaksi sosial.

Kini, ahli saraf kognitif Frank Guenther dari Universitas Boston bersama para koleganya menunjukkan suatu peranti otak yang memakai elektroda yang ditanamkan langsung dalam otak demi meneliti cara bicara dalam waktu riil.

"Tak lama lagi, individu yang telah lumpuh total sehingga tak bisa berbicara akan memiliki kemungkinan untuk bersuara lewat komputer laptop," kata Guenther.

Para ilmuwan bekerja bersama sukarelawan berumur 26 tahun yang hampir lumpuh total akibat stroke yang dialaminya di usia 16 tahun. Mereka menanamkan elektroda dengan dua kawat ke bagian otak yang tugasnya memikirkan dan menjalankan gerakan yang berhubungan dengan berbicara.

Elektroda itu mencatat sinyal dari otak ketika sang sukarelawan mencoba berbicara, lalu secara nirkabel data itu dikirim pada suatu alat synthesizer suara. Penundaan antara aktivitas otak dan hasil suara rata-rata hanyalah 50 milidetik. Ini cukup mendekati pembicaraan normal.

"Ia (sukarelawan) cukup bersemangat, terutama selama beberapa hari pertama ketika kami memakaikan alat itu dan seiring ia membiasakan diri," ucap Guenther, "Saya yakin dari sisi dia, kemajuan kami terlihat lelet. Kami pun kadang merasa begitu. Tapi biar bagaimanapun ia senang bisa mendapatkan hasil suara dengan waktu riil atas kehendaknya untuk bicara, dan ia bekerja keras dengan senang hati bersama kami selama percobaan."

Para peneliti berfokus pada huruf vokal karena komponen suaranya telah dipelajari selama puluhan tahun dan peranti lunaknya sudah tersedia untuk dengan cepat menghasilkan suara. Tingkat akurasi huruf-huruf vokal yang dihasilkan sang sukarelawan lewat synthesizer itu maju pesat dari 45 persen menjadi 89 persen akurat dalam 25 sesi selama lima bulan.

"Sukarelawan kami bisa menghasilkan urutan bunyi vokal seperti 'ah-ii'. Ini gerakan gerakan vokal yang cukup mudah."

Guenther menerangkan. "Tantangan berikutnya adalah menghasilkan suara konsonan. Ini akan memerlukan synthesizer yang berbeda, yaitu suatu synthesizer artikulasi di saat sang pemakai akan mengendalikan gerakan suatu lidah maya.

"Synthesizer macam ini memungkinkan terbentuknya suatu kata penuh, tapi sistemnya lebih rumit untuk dikendalikan sang pemakai," lanjutnya, "Ini, dan dipadukan dengan tambahan elektroda untuk memindai dan memancarkan data, nanti mustinya bisa membuka jalan atas terciptanya sistem untuk menghasilkan kata-kata dan kalimat penuh."

Sistem yang sekarang digunakan mengambil data hanya dari dua kawat. "Dalam setahun akan memungkinkan untuk menanam sistem dengan 32 kawat," kata Guenther, "Dengan ini kita bisa memindai lebih banyak neuron, yang akhirnya dapat mengendalikan synthesizer dan menghasilkan suara yang lebih baik.

Para ilmuwan menjabarkan penemuan mereka di jurnal PLoS ONE edisi 9 Desember 2009.

read more
0 komentar

Sistem Penamaan Domain

Sistem Penamaan Domain

DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.



Sejarah singkat DNS
Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada - sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.
Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

Teori bekerja DNS
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:
• DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
• recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
dan ...
• authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)

Badan Pengatur Internet

Internet sebagai salah satu teknologi, tidak akan mungkin bisa berjalan dengan sendirinya kalau tidak ada badan yang mengaturnya. Badan pengatur internet ini adalah organisasi nirlaba yang dapat diikuti oleh siapa saja sebagai anggotanya. Berikut hirarki dari badan pengatur internet :

1. Internet Society (ISOC) merupakan organisasi paling teratas yang berfungsi untuk mempromosikan internet dan menyetujui protocol-protocol yang akan digunakan sebagai standard protocol di internet dan bertanggung jawab dalam teknologi internetworking beserta aplikasi-aplikasinya. ISOC berdiri pada tahun 1992 yang dikomandani oleh Vinton G. Cerf (penemu konsep TCP/IP dan Bapak Internet). Informasi lengkap tentang ISOC ini dapat diperoleh pada websitenya www.isoc.org

2. Internet Architecture Board (IAB) merupakan badan penasehat bagi ISOC dalam memutuskan suatu standard yang akan diterapkan di Internet. Informasi lengkapnya bisa diperoleh di www.iab.org

3. Internet Assigned Numbers Authority (IANA) adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang bertugas untuk mengatur masalah IP Address, DNS, dan registrasi protocol dan penomoran lainnya yang berlaku pada IP. IANA juga mendelegasikan beberapa wewenang ke beberapa unit kerja yang berada di bawahnya, seperti Internic, ICANN, Apnic, ARIN dan lain-lain. Anda dapat mengunjungi websitenya dengan alamat www.iana.org

4. Internet Research Task Force (IRTF) adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang bertugas untuk melalukan penelitian-penelitian terhadap protocol internet, aplikasi, arsitektur dan teknologi internet, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang serta mempromosikan hasil-hasil penelitian tersebut. Silahkan kunjungi websitenya dengan alamat www.irtf.org

5. Internet Engineering Task Force adalah unit kerja yang berada di bawah IAB yang terdiri dari orang-orang yang berkonsentrasi untuk mengembangkan aplikasi dan arsitektur internet kedepannya. Salah satu tugasnya adalah menerbitkan RFC (request for comment) atas suatu protocol atau standard yang diusulkan oleh seseorang untuk dikomentari oleh publik atas persetujuan dari IAB. Websitenya adalah www.ietf.org



read more
0 komentar

Frame Relay

Frame Relay

Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice.

Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui “virtual circuit” sampai tujuan.


Fitur Frame Relay
Beberapa fitur frame relay adalah sebagai berikut:
1. Kecepatan tinggi
2. Bandwidth Dinamik
3. Performansi yang baik/ Good Performance
4. Overhead yang rendah dan kehandalah tinggi (High Reliability)

Perangkat Frame Relay
Sebuah jaringan frame relay terdiri dari “endpoint” (PC, server, komputer host), perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Perangkat-perangkat tersebut dibagi menjadi dua kategori yang berbeda:
* DTE: Data Terminating Equipment
DTE adalah node, biasanya milik end-user dan perangkat internetworking. Perangkat DTE ini mencakup “endpoint” dan perangkat akses pada jaringan Frame Relay. DTE yang memulai suatu pertukaran informasi.
* DCE: Data Communication Equipment
DCE adalah perangkat “internetworking” pengontrol “carrier”. Perangkat-perangkat ini juga mencakup perangkat akses, teatpi terpusat di sekitar perangkat jaringan. DCE merespon pertukaran informasi yang dimulai oleh perangkat DTE.

Virtual Circuit (VC) Frame Relay

Pengantar Virtual Circuit (VC)
Suatu jaringan frame relay sering digambarkan sebagai awan frame relay (frame relay cloud), karena jaringan frame relay network bukan terdiri dari satu koneksi fisik antara “endpoint” dengan lainnya, melainkan jalur/path logika yang telah didefinisikan dalam jaringan. Jalur ini didasarkan pada konsep virtual circuit (VC). VC adalah dua-arah (two-way), jalur data yang didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusur (private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan.Terdapat dua tipe virtual circuit (VC):

* Switched Virtual Circuit (SVC)
Switched Virtual Circuits (SVC), adalah koneksi sementara yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati jaringan Frame Relay. Terdapat empat status pada sebuah SVC:
Empat status pada SVC :
1. Call setup
Call Setup: Dalam status awal memulai komunikasi, virtual circuit (vc) antar dua perangkat DTE Frame Relay terbentuk.
2. Data transfer
Data Transfer: Kemudian, data ditransfer antar perangkat DTE melalui virtual circuit (vc).
3. Idling
Idling: Pada kondisi “idling”, koneksi masih ada dan terbuka, tetapi transfer data telah berhenti.
4. Call termination
Call Termination: Setelah koneksi “idle” untuk beberapa perioda waktu tertentu, koneksi antar dua DTE akan diputus.

* Permanent Virtual Circuit (PVC)
PVC adalah jalur/path tetap, oleh karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan “call-by-call”. Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi “circuit” dari awal ke tujuan tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti “dedicated point-to-point circuit”.

Perbandingan PVC vs SVC

PVC lebih populer karena menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan “leased line”. Berbeda dengan SVC, PVC tidak pernah putus (disconnect), oleh karena itu, tidak pernah terdapat status “call setup” dan “termination”. Hanya terdapat 2 status :
* Data transfer
* Idling

Pendeteksi Error pada Frame Relay

Frame Relay menerapkan pendeteksi “error” pada saluran transmisi, tetapi Frame Relay tidak memperbaiki “error”. Jika terdeteksi sebuah “error”, frame akan dibuang (discarded) dari saluran transmisi. Proses seperti ini disebut :

Cyclic redundancy check (CRC)

Cyclic redundancy check (CRC) adalah sebuah skema “error-checking” yang mendeteksi dan membuang data yang rusak (corrupted). Fungsi yang memperbaiki error (Error-correction) (seperti pengiriman kembali/retransmission data) diserahkan pada protokol layer yang lebih tinggi (higher-layer).

Implementasi Frame Relay

Frame Relay dapat digunakan untuk jaringan publik dan jaringan “private” perusahaan atau organisasi.

Jaringan Publik

Pada jaringan publik Frame Relay, “Frame Relay switching equipment” (DCE) berlokasi di kantor pusat (central) perusahaan penyedia jaringan telekomunikasi. Pelanggan hanya membayar biaya berdasarkan pemakain jaringan, dan tidak dibebani administrasi dan pemeliharan perangkat jaringan Frame Relay.

Jaringan “Private”

Pada jaringan “private” Frame Relay, administrasi dan pemeliharaan jaringan adalah tanggungjawab perusahaan (private company). Trafik Frame Relay diteruskan melalui “interface” Frame Relay pada jaringan data. Trafik “Non-Frame Relay” diteruskan ke jasa atau aplikasi yang sesuai (seperti “private branch exchange” [PBX] untuk jasa telepon atau untuk aplikasi “video-teleconferencing”).

read more
0 komentar

Frame Relay

FRAME RELAY

FRAME RELAY SERVICE
FRS merupakan data-only service. Service ini hanya diperuntukkan bursty data traffic, dan tidak menyediakan fasilitas untuk time-sensitive real-time traffic seperti video atau suara. Dua term penting yang perlu diketahui consumer adalah committed information rate (CIR), yaitu jaminan data rata-rata yang dikontrak, dan committed burst size (CBS, juga dinotasikan dengan Bc), jumlah bit maksimum yang dapat ditransfer selama interval waktu T. Relasi antara besaran-besaran tersebut
T = Bc/CIR
Sebagai contoh, CIR 128 kbps dan CBS 512 kilobits, T adalah 512 dibagi 128 yaitu 4 detik. Ini berarti jaringan dijamin untuk transfer data 512 kilobit pada selang waktu 4 detik . Ketika membeli FRS, diperlukan seleksi hati-hati pada harga CIR dan CBS yang menghasilkan harga T cukup besar untuk meng-cover kondisi burst terburuk. Bagaimanapun, faktor lain masuk kepada persamaan di atas, memperbolehkan transfer data melebihi CBS. Faktor tersebut ialah excess burst size (EBS, juga dinotasikan dengan Be). Jika terjadi congestion pada jaringan, consumer dijamin mendapatkan performansi sesuai dengan CIR dan CBS yang dipesan. Jika pada jaringan tidak terjadi congestion, consumer dapat melakukan transfer data hingga Bc + Be bytes per detik. Pada contoh di atas, dengan CBS 512 kbps dan EBS 256 kb, diperbolehkan transfer data 768 kb ketika jaringan tidak congested.


ARSITEKTUR FRAME RELAY
Inti dari FRS adalah packet yang dikirimkan, disebut juga frame. Masing-masing frame memiliki header fix dan payload yang besarnya variabel.
Tidak seperti paket LAN, frame ini tidak mengandung alamta sumber atau tujuan. Ini karena sumber dan tujuan dispesifikasikan untuk koneksi saat waktu instalasi (untuk PVC) atau selama call setup (untuk SVC). Dalam kedua kasus, hasilnya adalah DLCI yang mengidentifikasikan VC yang diasosiasikan dengan koneksi.
Frame Check Sequence dihitung ketika frame dibuat, dan diinjeksikan ke network interface. FCS ini di cek setiap hop di jaringan FRS, dan jika dideteksi kesalahan, Frame dibuang.

Kontrol Cengestion
Untuk memenuhi kebutuhan kecepatan data customer, digunakan field informasi congestion. Field informasi congestion dicatat selagi terjadi masalah congestion saat frame dalam perjalanan.
Field informasi congestion mengandung discard eligibility (DE) flad, yang diset pada frame yang akan dikorbankan ketika terjadi overload. Flag DE untuk paket diset ketika kecepatan data di dalam jaringan melebihi harga CIR subscriber. Frame tersebut merupakan bagian dari burst kecepatan tinggi, dan memiliki prioritas rendah dibandingkan frame-frame lainnya. Peralatan end user juga mengeset DE flag jika mengetahui bahwa frame tersebut bukan frame yang esensial (antara lain pesan pada manajemen jaringan).
Jaringan menjaga track dari masalah congestion dengan mengeset satu dari dua explicit congestion bits :forward explicit congestion notification (FECN) dan backward explicit congestion notification (BECN). Bit-bit ini memberitahukan kepada penerima dan pengirim pada ujung-ujung koneksi, masing-masing, untuk mempersempit kecepatan trafik frame. Karena explicit notification hanya berupa pemberitahuan (advisory), ini bisa diabaikan.

Interkoneksi LAN menggunakan Frame Relay Service
FRS memiliki banyak kegunaan untuk teknologi interkoneksi LAN. Pertama keuntungan tradisional dari packet switching pada FRS, koneksi fisik jaringan tunggal memotong pembiayaan hardware dan jalur, bandwidth on-demand mensupport pola traffic yang bursty, dan proses charges hanya terjadi saat proses transfer data.
Kedua, Frame informasi yang besarnya variabel dapat mengakomodasi berbagai jenis embedded paket LAN, seperti tampak pada gambar di bawah. Ini merupakan keuntungan dari FRS yang bisa digunakan sebagai bridges atau router.
Keuntungan lainnya, ialah FRS tidak sensitif terhadap jarak, sehingga cocok untuk koneksi metropolitan. Sepanjang semua node termasuk ke dalam satu cloud, tidak ada inter-exchange carriers dimasukkan ke dalam biaya jalur dan biayanya murni tergantung pada bandwidth.
Pertimbangan primer pemesanan FRS adalah payload maksimum dan harga CIR/CBS. Harus diyakinkan bahwa maksimum payload yang disupport dapat mengakomodasi paket terbesar pada jaringan LAN yang ingin dikoneksikan.
CIR harus dipilih dengan harga yang sudah ditoleransi dengan suatu margin tertentu, setelah dilakukan pengukuran kecepatan traffic koneksi. Jadi, jika rata-rata aliran traffic 220 kbps, CIR bisa dipiih 256 kbps yang akan mencegah penolakan karena congestion traffic yang biasanya melebihi harga rata-rata ini.
CBS bisa dipilih untuk harga konservatif, jika dilakukan pengukuran yang menghasilkan burst maksimum 900 kilobits pada dua hingga tiga detik interval, harga CBS bisa dipilih 1000 kilobits yang akan meyakinkan bahwa perubahan traffic tidak menimbulkan congestion pada traffic.
Servis transport lokal - channel yang menghubungkan interface jaringan dengan FRS switch - harus dipilih yang bisa memenuhi perpindahan carrier lokal (local exchange carrier). Link digital harus cukup kapasitasnya untuk menangani maksimum traffic.


read more
0 komentar

multiplexing

MULTIPLEXING

Multiplexing adalah Teknik menggabungkan beberapa sinyal untuk dikirimkan secara bersamaan pada suatu kanal transmisi. Dimana perangkat yang melakukan Multiplexing disebut Multiplexer atau disebut juga dengan istilah Transceiver / Mux. Dan untuk di sisi penerima, gabungan sinyal - sinyal itu akan kembali di pisahkan sesuai dengan tujuan masing-masing. Proses ini disebut dengan Demultiplexing. Receiver atau perangkat yang melakukan Demultiplexing disebut dengan Demultiplexer atau disebut juga dengan istilah Demux.


Teknik Multiplexing
1. Frequency Division Multiplexing (FDM)
2. Time Division Multiplexing (TDM)
3. Statistical Time Division Multiplexing (STDM)

1. Frequency Division Multiplexing (FDM)
# Gabungan banyak kanal input menjadi sebuah kanal output berdasarkan frekuensi
# Digunakan ketika bandwidth dari medium melebihi bandwidth sinyal yang diperlukan untuk transmisi.
# Tiap sinyal dimodulasikan ke dalam frekuensi carrier yang berbeda dan frekuensi carrier tersebut terpisah dimana bandwidth dari sinyal-sinyal tersebut tidak overlap.
# Contoh yang paling dikenal dari FDM adalah siaran radio dan televisi kabel.
# FDM disebut "code transparent"

Pada sistem FDM, terdiri dari dua peralatan terminal dan penguat ulang saluran transmisi (repeater transmission line):
a. Peralatan terminal (terminal equipment).
Peralatan terminal terdiri dari bagian kirim yang mengirimkan frekwensi pembicaraan majemuk ke penguat ulang transmisi saluran dan bagian penerima yang menerima arus tersebut dan mengubah kembali menjadi arus pembicaraan seperti semula
b. Repeater equipment ( peralatan penguat ulang ) Repeater equipment terdiri dari pengeras (amplifier) dan equalizer yang fungsinya masing masing untuk mengkompensiir redaman dan kecacatan redaman (attenuation distortion), sewaktu transmisi melewati saluran antara kedua repeater masing-masing).

2. Time Division Multiplexing (TDM)
# Digunakan ketika data rate dari medium melampaui data rate dari sinyal digital yang
ditransmisi.
# Sinyal digital yang banyak (atau sinyal analog yang membawa data digital) melewati transmisi tunggal dengan cara pembagian porsi yang dapat berupa level bit atau dalam blok –blok byte atau yang lebih besar dari tiap sinyal pada suatu waktu.
# Prinsip TDM adalah menerapkan prinsip penggiliran waktu pemakaian saluran transmisi dengan mengalokasikan satu slot waktu (time slot) bagi setiap pemakai saluran (user).
# TDM biasanya digunakan untuk komunikasi point to point. Pada TDM, penambahan peralatan pengiriman data lebih mudah dilakukan.
# TDM lebih efisien daripada FDM

Jenis-Jenis TDM
a. Synchronous TDM
Disebut synchronous karena time slot-nya di alokasikan ke sumber-sumber tertentu dimana time slot untuk tiap sumber ditransmisikan. Dan dapat mengendalikan sumber-sumber dengan kecepatan yang berbeda-beda.
b. Asynchronous TDM
Untuk mengoptimalkan penggunaan saluran dengan cara menghindari adanya slot waktu yang kosong akibat tidak adanya data ( atau tidak aktif-nya pengguna) pada sa’at sampling setiap input line, maka pada Asynchronous TDM proses sampling hanya dilakukan untuk input line yang aktif saja. Konsekuensi dari hal tersebut adalah perlunya menambahkan informasi kepemilikan data pada setiap slot waktu berupa identitas pengguna atau identitas input line yang bersangkutan.

Sifat-sifat Sistem transmisi TDM
1. System TDM tidak memerlukan filter filter yang mahal , dan jumlah filter yang digunakan lebih sedikit . Karena itu harga peralatan terminal system ini lebih murah filtermahal, sedikit.
2. Kabel yang mempunyai spesifikasi rendah , misalnya kabel yang digunakan untuk frekuensi pembicara (VF) masih dapat digunakan untuk system TDM, karena regeneratife repeating dapat menghilangkan pengaruh buruk dari noise, kecacatan dan crasstalk rendah,
3. Perubahan level (level fluctuation) kanal hanya dipegaruhi oleh karakteristik peralatan terminal itu sendiri dan tidak tergantung sama sekali dari perubahan kehilangan oleh saluran (line loss fluctuation). Oleh karena itu net loss circuit yang diberikan oleh system ini rendah

3. Statistical Time Division Multiplexing (STDM)
# TDM yang bekerja seperti FDM
# Mengurangi/menghapus alokasi “idle time” pada terminal yang tak aktif
# Menghapus/mengurangi blok-blok kosong dalam blok-blok pesan campuran
# Statistical TDM dikenal juga sebagai asynchronous TDM dan intelligent TDM, sebagai alternatif synchronous TDM
# Efisiensi penggunaan saluran secara lebih baik dibandingkan FDM dan TDM. Memberikan kanal hanya pada terminal yang membutuhkannya dan memanfaatkan sifat lalu lintas yang
mengikuti karakteristik statistik. STDM dapat mengidentifikasi terminal mana yang mengganggur / terminal mana yang membutuhkan transmisi dan mengalokasikan waktu
pada jalur yang dibutuhkannya.
# Untuk input, fungsi multiplexer ini untuk men-scan bufferbuffer input, mengumpulkan data sampai penuh, dan kemudian mengirim frame tersebut. Dan untuk output, multiplexer menerima suatu frame dan mendistribusikan slot-slot data ke buffer output tertentu.


read more